RADIO DEWI ANJANI

Get the Flash Player to hear this stream.

Pembatalan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor: AHU-00297.60.10.2014


Bismillahi Wabihamdihi.
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobbil 'alamin. Sebagai tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 37 K/TUN/2016 Tahun 2016 yang telah mengabulkan permohonan dari Organisasi Nahdlatul Wathan dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka pada tanggal 24 Agustus 2016 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia telah mengeluarkan keputusan dengan nomor: AHU-26.AH.01.08.Tahun 2016 yang berisi :

Membatalkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-00297.60.10.2014 Tahun tanggal 11 Juli 2014 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Wathan, berkedudukan di Kabupaten Lombok Timur.

Dengan dikeluarkannya putusan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ini, menandakan bahwa satu-satunya Organisasi Nahdlatul Wathan yang diakui oleh Negara Republik Indonesia adalah Organisasi Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh Guru Besar kita semua Al-Maghfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid berdasarkan Akta Pendirian Nomor 48 tanggal 29 Oktober 1956 yang dibuat oleh Notaris Hendrik Alexander Malada.

KLIK DISINI untuk mengunduh Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor: AHU-26.AH.01.08.Tahun 2016.

Wallohul Muwaffiqu Walhadi Ila Sabilirrosyad.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Dipublikasikan › 18-09-2016 | Dibaca › 3136 kali

Komentar


abdurrasyid | 01-10-2016 11:46
Ite jak mbe sak mule wah te wasiatan sik Maulana Syaikh wah aneh teturut. ummi Raihanun tesurukte turut uli noh ye teturut...
Taat pada wasiat Pendiri NW yg disampaikan pada 5 masyayikh.

haji sarjan | 20-09-2016 20:39
SemogaAllahYME snantiasa mmlihara hatikt dari sifat ingin disanjung dn dipuji shgga melkukn hal yg sampai mlggr wasiat dr yg mndrkn NW

Al-Faqir | 20-09-2016 12:48
Kalau saya tidak salah baca, SK tahun 2014 itu bukan tentang pendirian Badan Hukum, tetapi pengesahan kepengurusan. Lalu apa yang keliru? perlu tanya teman-teman AHU nih

Muhtar Riadi | 19-09-2016 18:35
Mudah2an ini menjadi titik terang untuk memulai islah diantara kedua ummuna. Aamiin

azhari | 19-09-2016 14:37
Jika ada oknum yg mengatasnamakan diri sebagai pengurus NW dgn memasang iklan publik, ataupun memakai plang,, atau membuat muktamar dll, apakah hal itu bisa dituntut secara hukum oleh pengurus NW...??? Jika dibiarkan maka persepsi dualisme NW akan tetap ada...